
Cerita kita
Saat hati ini telah lelah untuk melangkah, Tuhan mempertemukan kita berdua. Aku tahu pasti ada satu alasan di balik suatu kejadian, dan beberapa bulan terakhir aku yakin hal itu juga terjadi saat pertemuan kita.
Masing-masing dari kita terluka parah, boleh dibilang kita adalah veteran pejuang dalam hidup kita masing-masing terdahulu. Kita berdua sama-sama menjadi korban kegetiran roman picisan, masing-masing dari kita merana, sengsara...hati terluka yang dari hari ke hari semakin menganga...
Kita adalah sama, kisah kita mempunyai benang merah yang sama. Kita adalah korban dari perselingkuhan....
Dan dari situ aku pikir kamu mengerti benar betapa sakitnya hati ini, betapa ga nyamannya saat hati kita terlara.
Kita adalah sama...kita adalah korban...
Namun kita tetaplah beda, aku tak mau terpuruk, aku mau segera bangkit dan membuktikan kepadanya yang telah membuatku nestapa bahwa melepasku, menyia-nyiakanku adalah dosa terbesarnya, kesalahan hebatnya dan dia akan menyesali seumur hidupnya. Sedangkan aku tak akan goyah dengan apa yang telah dia lakukan terhadapku, hidupku tak akan terhenti hanya gara-gara dia yang tak lagi pantas untuk diperjuangkan.
Aku bukan pembenci, dan aku bukan pendendam. Namun aku berjuang untuk hidupku...aku berjuang untuk mendapatkan kembali kebahagiaanku yang telah dirampas olehnya.
Namun kita ternyata beda. Kau masih saja terpuruk, kau masih saja melihat dia laksana dewa. Kau tak perlu membencinya untuk bangkit, kau tak perlu memakinya untuk membuktikan kepada dia dan orang lain bahwa kau jauh lebih berharga dari ini, bahwa perlakuannya adalah kesalahannya terbesar seumur hidupnya.
Dan keterpurukanmu membuatmu menyepelekan arti cinta, keterpurukanmu membuat kau bermain-main dengannya. Kau kibaskan sayap-sayap cantikmu dan bersenang-senang diatas kekaguman pengagummu. Kau merasa senang dipuja dan mendengar mantra-mantra sayang dari banyak orang...
Bukan...aku bukan menganggapmu serendah itu, sama sekali tidak sedikitpun terlintas dipikiranku. Bagiku kau tetaplah mahakarya Sang Pencipta atas kecantikan dan sikapmu. Namun seharusnya kau bisa lebih baik dari ini, kau bisa lebih anggun dari sekarang. Kau bisa berjalan layaknya merak yang sombong akan kecantikan dan keindahan bulu-bulunya tanpa kau perlu memamerkannya, tanpa kau perlu mengeluarkan suara-suara magismu.
Kau diam and stay calm, aku yakin kau tetaplah anggun, lebih anggun malah. Kau tak perlu mengumbar kata-kata sayang itu kepada semua orang. Dan biarkan orang yang benar-benar mengagumimu yang mendekat, bukan mendekap karena tergoda akan mantra-mantra magismu.
Aku menyayangimu lebih dari yang kau tahu. Aku bahkan mencintaimu...Jika kau mau melihat dari segala sisi, semua sikap, tindakan dan perlakuanku adalah untuk menjagamu dari kehidupan yang kejam. Aku ga mau orang memanfaatkanmu, aku ga mau orang menganggapmu rendah, meremehkanmu...
Namun kau tak pernah bisa melihatku, kau tak pernah bisa menganggapku. Dan kusadar aku tak lagi bisa bermimpi tentang kita, tentang rumah mungil kita dimana didalamnya ada kau, aku dan buah hati kita. Aku mulai menyadarinya...
Namun jika pun ku harus pergi dari hidupmu, sesuatu yang saat ini sangat berharga buatku, sesuatu yang aku akan rela menggantinya dengan apapun yang aku punya, termasuk hidupku sendiri, aku akan pergi. Namun sebelumnya aku hanya ingin memastikan kau baik-baik aja, aku hanya ingin memastikan seseorang yang mendekapmu sekarang adalah orang yang benar-benar mencintaimu, bukan orang yang hanya semata-mata mencari kenikmatan hidup.
Kau unik, jika tak boleh disebut antik. Karena kau adalah ratuku, dan aku harus memperlakukanmu layaknya seorang ratu. Kita adalah sama, kita adalah satu...seharusnya. Namun aku tak mau memaksakannya untukmu.
Namun kita tetaplah berbeda. Aku bermimpi tentang masa depan kita, tentang satu kesempatan kita akan menjalani hari-hari bersama. Sedangkan kau tak lagi bermimpi tentang itu, sedangkan kau tak lagi sudi membayangkan tentang itu. Kau tak lagi sudi untuk sekedar menemuiku, melemparkan senyum dan keramahanmu kepadaku. Kau tak lagi mau untuk memelukku, mencium aroma tubuhku, menggigit pundakku dan hal-hal kecil namun sering melengkapi hari-hariku.
Kau adalah cinta. Karena aku sangat mencintaimu...
Jika ku tak lagi bisa menemuimu karena kita hidup dalam dua dimensi yang berbeda, aku hanya ingin menjagamu dari kejauhan. Aku hanya akan bisa melihatmu tertawa menertawai hidup, menertawai kebodohan-kebodohan yang kau lakukan. Aku hanya bisa melihatmu have fun dalam menjalani malam-malammu...dengan orang lain.
Dan aku akan binasa, dan aku akan tertatih. Sedikit bahagiaku akan aku sisakan untuk melihatmu bahagia...kau adalah nimfaku tikA...
"untuk tikA yang selalu ingin having fun dengan hidupnya...kelak kau akan mengerti semua hal yang aku bicarakan, kelak kau akan sependapat dengan apa yang aku pernah katakan kepadamu. Namun sejujurnya saat-saat inilah aku ingin kau sependapat denganku tentang sesuatu"

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.











0 komentar:
Post a Comment