satis/fuck/story

story of my fuckin' stories...

satis/fuck/story

Aku ingin menjadi air mata... Lahir dari matamu, hidup di pipimu dan berakhir di bibirmu... Namun jika kau adalah air mata... Aku tak ingin menangis lagi...karena aku tak ingin kehilanganmu...

Cogito ergo sum

"aku berpikir maka aku ada", Descartes

Berdiam...

Ruang ini berukuran tak lebih dari 1x2 meter. Namun aku suka disini...

Inilah kamar mandimu. Mungkin aku memang cocok berada di tempat basah seperti ini karena akulah sang Aquarius, entah akupun juga tak tahu pasti. Tapi aku suka disini. Hanya diam. Berdiam tanpa banyak bicara, berdiam tanpa sedikitpun bergeser. Berdiam sejenak, sambil sesekali diselingi isapan ke batang rokok dalam-dalam.

Berdiam...

Ealaupun sebenarnya tak benar-benar diam. Bukan diam sejati. Tubuhku mungkin tak bergerak sejengkalpun, namun pasti isi otak ini terombang-ambing seperti ombak dilautan. Lautan dikamar mandi?

Saat emosi ini mulai memuncak, mata mulai perih dan bendungan air mataku tak kuasa menahannya...hampir roboh. Sesekali aku menghela napas panjang untuk meredam semua kecamuk yang ada di dalam hati, semua amarah. Dan jika itu tak juga berhasil, aku akan melarikan diri...

Disini...

Ruang kecil ini. Dingin, mungkin berguna untuk mengompres suasana hati yang lagi panas...

Aku pastikan aku tak melakukan hal-hal yang lain, jadi tenangkan pikiranmu. Aku tak akan onani. Aku hanya terdiam. Berdiam meredam amarah.

Kamar mandimu ini...biarkan aku disini.
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

0 komentar:

Post a Comment



 
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified