satis/fuck/story

story of my fuckin' stories...

satis/fuck/story

Aku ingin menjadi air mata... Lahir dari matamu, hidup di pipimu dan berakhir di bibirmu... Namun jika kau adalah air mata... Aku tak ingin menangis lagi...karena aku tak ingin kehilanganmu...

Cogito ergo sum

"aku berpikir maka aku ada", Descartes

Surat yang tak akan pernah kau baca


Dear nimfa,


Aku ingin menulis surat ini, surat yang tak akan pernah sampai kepadamu, yang mungkin tak akan pernah kau baca. Aku hanya akan mengatakan kejujuran padamu, dan mungkin ini yang aku coba ingin katakan kepadamu selama ini.

Soal kau dan duniamu, aku tak akan pernah mengganggunya. Aku juga tak pernah membenci siapapun atau apapun yang selama ini ada dalam duniamu, selama ini kau nyaman dengan itu. Namun dengan segala hormatku kepadamu, aku sungguh tak akan mau masuk ke dalamnya. Biarlah ruang dan waktu itu kau miliki sendiri, dan buat dirimu nyaman tanpaku disana.

Namun aku juga masih sangat yakin dengan apa yang aku yakini, dan sedikit banyak aku tahu bagaimana kau berpikir. Aku akan disini, diluar pintumu untuk menanti jika sewaktu-waktu kau terlalu penat barada dalam ruang kecilmu, jika sewaktu-waktu kembali teringat akanku ditengah keasyikanmu, jika suatu saat 'kau' telah kembali lagi. Namun sekali lagi aku hanya akan tetap disini, di luar pagar itu. Pagar yang untuk sementara memisahkan kita dalam dunia yang aku tak bisa masuki.

Saat kau masuk kedalamnya, sedikitpun aku tak akan mengganggumu, tak akan merengek kepadamu. Karena kau sudah dewasa bagiku, kau sudah tahu batasan dan aturan tak tertulis yang ada...mungkin. yah semoga saja kau selalu tahu.

Ingatlah wahai cintaku, sampai kapanpun dimataku kau adalah seorang nimfa, walau kenyataannya kau lebih seperti medusa. Dan aku mohon tetaplah menjadi nimfa untukku.

Maaf jika ada rasa menyeruak keluar yang biasa aku sebut 'feeling' ini mengganggu kenyamananmu dengan mereka, semoga ini untuk pertama kalinya hal itu salah...aku selalu membayangkan kau akan mengatakan "...kapan sih yank feelingmu salah ke aku??...." Dan kali ini aku benar-benar tak mengharapkannya.

Namun semua itu bukan aku yang ngatur, benar-benar diluar jangkauanku. Aku tak pernah mengharapkan atau mengundah semua itu datang kepadaku, semuanya datang begitu saja seperti hujan yang tiba-tiba membasahi gaia hingga kuyup. Ingin rasanya aku berlari sembunyi dari hal itu dan membantah apa yang aku rasa, tapi semakin kuat aku mencoba, semakin aku susah untuk bernafas.

Dan aku telah berjanji baik kepadamu atau kepada diriku sendiri, aku akan mematikan, membuang dan mengubur hatiku yang mengurusi rasa cemburu, sakit hati dan sebangsanya. Namun aku tetaplah manusia biasa, yang tak mungkin tak merasakan itu. Aku akan tetap merasakan cemburu, tapi hanya akan aku rasakan, kau tak perlu melihatku menangis lagi, bersedih lagi. Kau hanya perlu melihatku tertawa bukan? Kau hanya ingin melihatku bahagia bukan? Aku akan bahagia untukmu, Aku akan tersenyum saat melihatmu bahagia, walaupun hal itu akan membunuhku perlahan.

Entah apa yang aku inginkan akan terwujud dalam waktu dekat atau enggak, aku pun tak tahu. Namun jika memang aku bisa meraih apa yang aku ingin raih, maka aku sangat menyayangkan kualitas hubungan kita tak seperti dulu lagi.

Aku tahu mungkin kau akan menyesal telah menyia-nyiakan waktu kita hanya untuk...entah lah aku tak mau tahu. Aku sempat bermimpi saat kamarmu sudah penuh dengan ular, dan kau makin mendekati sosok medusa, ular mu menggigitku, tapi seketika aku terbangun dari tidurku. Aku benar-benar ingin tahu kelanjutan dari mimpi itu, aku ingin tahu bagaimana sikapmu...tapi aku terlalu takut untuk menanyakannya kepadamu. Bukankah sekarang aku mempunyai cap sebagai cowok pencemburu yang membabi buta di jidatku?

Masih banyak hal-hal yang kadang ingin aku tanyakan, share atau sekedar bercerita kepadamu tanpa aku takut untuk mengatakannya, baik takut hal itu akan membangkitkan amarahmu, tangismu, sedihmu, atau takut kau akan melabeliku menjadi seseorang yang tak aku inginkan. Aku sangat ingin kita bisa mengobrol dengan nyaman, tanpa ada amarah. Aku butuh seorang yang bisa mengerti dengan jelas apa yang aku ingin coba sampaikan. tapi sebenarnya aku butuh kamu, kamu yang sebenarnya...

NB.
Mungkin ini hal yang tak penting ya...tapi coba kau renungi baik-baik. Apakah kau punya foto-fotoku dalam entah di manapun itu. Social Network-mu mungkin? Laptopmu mungkin? Banyak kok hal-hal seperti itu, aku bukannya menuntu aku menjadi prioritasmu, sekali lagi bukan. tapi semua ada porsinya masing-masing kok.



Dengan cinta,



imperfect man


Sebuah surat yang dikutip dari sebuah sumber | (c) 2011 a SatisFUCKstory.










Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

2 komentar:

  1. Anonymous said...
     

    jgn menjudge saya macam2 ya.. saya punya banyak foto anda yg tersimpan rapi dalam laptop saya, dan foto kita di fb, tetap ada, silahkan ubek2
    dan satu lagi, pagar pembatas itu, anda sendiri bukan yg membuat dan memutuskannya untuk ada. anda yg membuat dunia yg terpisah. itu anda sendiri.. karena saya sudah berusaha keras menyatukan dunia kita. tapi selalu anda yg menganggap saya paling buruk. susah ya.. auk dah.. pokoknya gitu.. selamat bercuap2 sendiri.. surat ini tidak akan kamu sampaikan tapi kamu posting di fb momo rabittry, itu namanya MINTA DIBACA. pret dung dung pret. jgn bilang "keposting sendiri" lagu lama itu sih.

  2. Marcchiodi said...
     

    maaf jika ada kata-kata yang menyakitkan

Post a Comment



 
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified