
R.I.P #16
Aku ga tahu harus memulainya dari mana. Aku akan mencoba menuliskan apa yang selama ini ada di pikiranku, kalo ternyata beda dengan apa yang ada dalam pikiranmu, tolong jangan marah, tapi mohon betulkan.
Aku merasa pertengkaran kita akhir-akhir ini karena masalah 'ular', namun coba kau telaah lebih mendalam. Mungkin kau akan mengerti bahwa ini semua karena salah satu dari kita, atau mungkin kita berdua kurang saling menghargai.
Aku mencoba untuk menghargaimu, aku ga ngelarang kamu untuk memelihara ular, meski dengan berat hati. Aku menganggap itu adalah salah satu bentuk/cara aku menghormati dan menghargai kamu. Aku berharap kau akan melakukan hal yang sama untukku.
Aku sudah katakan aku keberatan dengan hobi barumu, kau tahu itu, tapi aku berusaha untuk tidak melarangmu untuk memeliharanya. Harusnya jika kau menghargaiku balik, kau membatasi koleksi-koleksimu, bukannya menambah.
Satu pertanyaan yang sampai saat ini masih menggangguku. Apa artinya kau menyuruhku untuk mengatakan STOP jika kau ingin menambah koleksimu?? Kau masih ingat itu bukan?
Entah hanya perasaanku saja atau memang itu faktanya, dari sekian banyak orang-orang disekitarmu, mereka akan lebih suka jika kau tanpaku. Itu yang aku rasakan.
Masih banyak yang harusnya aku katakan, tapi aku benar-benar ga mengerti darimana aku harus memulainya.
Selamat tinggal kau yang ada disana...

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.
Aku merasa pertengkaran kita akhir-akhir ini karena masalah 'ular', namun coba kau telaah lebih mendalam. Mungkin kau akan mengerti bahwa ini semua karena salah satu dari kita, atau mungkin kita berdua kurang saling menghargai.
Aku mencoba untuk menghargaimu, aku ga ngelarang kamu untuk memelihara ular, meski dengan berat hati. Aku menganggap itu adalah salah satu bentuk/cara aku menghormati dan menghargai kamu. Aku berharap kau akan melakukan hal yang sama untukku.
Aku sudah katakan aku keberatan dengan hobi barumu, kau tahu itu, tapi aku berusaha untuk tidak melarangmu untuk memeliharanya. Harusnya jika kau menghargaiku balik, kau membatasi koleksi-koleksimu, bukannya menambah.
Satu pertanyaan yang sampai saat ini masih menggangguku. Apa artinya kau menyuruhku untuk mengatakan STOP jika kau ingin menambah koleksimu?? Kau masih ingat itu bukan?
Entah hanya perasaanku saja atau memang itu faktanya, dari sekian banyak orang-orang disekitarmu, mereka akan lebih suka jika kau tanpaku. Itu yang aku rasakan.
Masih banyak yang harusnya aku katakan, tapi aku benar-benar ga mengerti darimana aku harus memulainya.
Selamat tinggal kau yang ada disana...

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.











0 komentar:
Post a Comment