satis/fuck/story

story of my fuckin' stories...

satis/fuck/story

Aku ingin menjadi air mata... Lahir dari matamu, hidup di pipimu dan berakhir di bibirmu... Namun jika kau adalah air mata... Aku tak ingin menangis lagi...karena aku tak ingin kehilanganmu...

Cogito ergo sum

"aku berpikir maka aku ada", Descartes

Re-connect

Sekali lagi aku ga tau harus memulai dari mana...sekali lagi disinilah tempatku berteriak bebas, menangis keras, tanpa ada jiwa-jiwa yang akan marah, sedih atau frustasi.

Hari ini kau memberiku penawaran, sebuah pilihan yang harus aku pilih. Kita jalani ini semua lagi, atau cukup berhenti sampai disini. Namun tidak cukup sampai disitu, pilihan pertama adalah BERSYARAT. Kita jalani 'kita' lagi asal aku menerima kau dan duniamu.

Ups...tunggu dulu, ini masih belum selesai, masih ada SYARAT lanjutan. Aku ga boleh lagi mempermasalahkan 'jumlah'. Dan sekarang kau bebas untuk menambah berapapun yang kau suka. Tanpa mempertimbangkan apa yang kurasakan.

Tapi memang apa yang aku rasa tidaklah penting, paling ga itu yang bisa aku simpulkan selama ini. Dan tetap saja, aku setiap saat akan berlabel 'egois + tak menghargai kebahagiaanmu' olehmu dan mungkin juga orang-orangmu.

Walaupun aku punya pilihan, tapi yang aku rasa adalah aku tak mempunyainya. Kenapa bisa begitu? Karena 'kita' sangatlah berarti bagiku. Aku rela melakukan apa saja untuk mewujudkan mimpi kita. Bahkan jika langkah ini yang harus aku ambil.

Tak apa bagiku merasa kurang sregm tak apa bagiku jika harus sedikit bersedih, tak apa bagiku jika aku harus mengorbankan sesuatu. Asal aku masih bisa melihatmu, asal masih ada kamu disampingku. Paling enggak untuk saat ini aku masih bisa bertahan dan berusaha untuk bertahan,

Kamu pasti tak akan mau bukan? jika aku mengajukan syarat kau membuang semuanya itu jika ingin kita bersama lagi? Aku tahu itu, maka dari itu aku memelih untuk mengalah kali ini. Karena aku tahu, jika tak ada salah satu dari kita yang mau mengalah, maka 'kita' tinggal kenangan...

Semoga...semoga dan semoga...aku tak tahu lagi apa yang kuharapkan. Aku tak berani lagi untuk berharap.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

0 komentar:

Post a Comment



 
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified