satis/fuck/story

story of my fuckin' stories...

satis/fuck/story

Aku ingin menjadi air mata... Lahir dari matamu, hidup di pipimu dan berakhir di bibirmu... Namun jika kau adalah air mata... Aku tak ingin menangis lagi...karena aku tak ingin kehilanganmu...

Cogito ergo sum

"aku berpikir maka aku ada", Descartes

Dia yang Dulu

Dahulu, dia sangat mencintaiku.
Dahulu, dia bangga padaku.
Dahulu, aku segalanya baginya.
Namun sekarang aku tak tahu pasti apa yang dia rasakan. Yang aku tahu, sekarang aku bukanlah siapa-siapa...

Sekarang, mungkin aku tak diinginkan. Sekarang, aku harus hidup dengan kegetiran ini.

Namun seperti dirinya, The show must go on, walau aku tahu semuanya ini akan berjalan sangat-sangat lambat bagiku. Seperti dirinya, aku harus lebih banyak tertawa. Karena meskipun semua itu hanyalah topeng belaka, jika kelak aku mulai terbiasa untuk terbahak, maka tak ada alasan lagi untukku tak tertawa lepas.

Seperti dirinya yang mungkin perlahan mulai bisa melupakanku sebagai sesuatu yang pernah menjadi sesuatu, mungkin aku juga harus melakukannya. Namun sejujurnya, aku tak tahu apakah aku sanggup untuk memulainya...melakukannya.

Sebelumnya, aku mungkin telah melakukan banyak hal demi kamu, meski kadang hal itu adalah sesuatu yang tak ingin aku lakukan. Untuk kali ini, mungkin aku akan melakukannya sekali lagi, untuk yang terakhir kali mungkin...sesuatu yang sesungguhnya tak pernah aku ingin lakukan. Aku akan menepi.

Aku akan menepi, menepi dari hiruk pikuk hidupmu. Membiarkanmu mulai berjalan tegak, melihat dan menjagamu dari jauh, hingga mungkin saat kau telah siap aku tak lagi bisa melihatmu. Menepi untuk memberikanmu kesempatan menemukan dan ditemukan oleh kebahagiaan. Menepi untuk membiarkanmu meraihnya...Ketahuilah jika kelak aku harus melakukan semua itu, bukan untuk meninggalkanmu, bukan untuk membuang sosokmu ke dalam kotak yang bernama sejarah.

Sadarkah kau awal dari berpisahnya kita bukan semata karena kita tak lagi sejalan, namun aku merasa telah menjadi penghalang antara kamu dan bahagia kecilmu. Aku tersadarm aku harus pergi agar kau bisa meraihnya, aku sadar aku harus mundur agar kau bisa maju selangkah. Dan untuk itulah aku berada disini, di posisi ini. Dan sekali lagi kukatakan, aku rela menjauh darimu, agar kau bisa meraih semuanya, agar kau bisa merengkuh tiket yang akan membawamu ke dalam nirwana sejatimu, meski untuk itu berarti aku harus mengubur mimpiku bersamamu.

Karena aku mencintaimu.

Aku ingi kau bahagia di luar sana, meski tanpaku.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-Noncommercial-No Derivative Works 3.0 United States License.

0 komentar:

Post a Comment



 
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified